Jumat, 27 Juni 2014

PERJALANAN MALAM

O Ramadhan, .....kau bagai jiwa suci Yusuf yang selalu terjaga dari liarnya hawa nafsu dan godaan syahwat Zulaykha.

Kau adalah bulan yang memaafkan segala kejahatan sebelas bulan saudaramu, bahkan membalasnya dengan memuliakan mereka sebagaimana Yusuf memaafkan dan mengumpulkan sanak saudaranya dalam kemuliaan Mesir hingga turun-temurun.

Kau mengajarkan tentang menahan segala keinginan hawa nafsu untuk mendapatkan keselamatan melalui keprihatinan, sebagaimana makna mimpi Fir’aun tentang tujuh sapi betina yang kurus memakan tujuh sapi betina yang gemuk juga tujuh bulir gandum yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering.

Didalam-mu ada satu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan, dimana pada malam itu adalah malam yang hening dan semua rebah bersujud sebagaimana sebelas bintang bersujud dalam mimpi Yusuf.

Malam suci penuh berkah...... Bagi yang beruntung menemuinya, para malaikat turun untuk membelah dada dan membersihkannya dari kerak-kerak kotoran, sehingga dada menjadi lapang dan dapat melihat segala sesuatu dengan terang dan jernih.

Kejernihan pandangan yang membuat sebelas bulan lainnya adalah “ramadhan-ramadhan” yang harus pula terjaga kesuciannnya, bagai jernihnya pancaran dua-belas mata air yang hanya dengan “satu” pukulan tongkat Musa bagi suku-suku dari seluruh keturunan Yaqub !!

Jadilah “isra’il” !! .......yaitu mereka yang melakukan “perjalanan malam” menuju Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang demikian itulah yang dimaksud Allah “sebagai umat yang dilebihkan dari umat-umat lainnya”...... Dan janji Allah hanya bagi mereka yang tidak berlaku zhalim !!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar