Kamis, 26 Juni 2014

PARA PENOPANG LANGIT

Langit “tanpa tiang” (QS 31:10), ........langit beserta isinya yang ditopang oleh yang tak terlihat mata-lahir, namun bagi mereka yang “hidup” mata-hatinya, akalnya melihat tiang-tiang penyangganya adalah apa yang disebut dengan “gravitasi semesta”...... Keterkaitan segala sesuatu, kebergantungan “yang banyak” kepada “Yang Tunggal”. Segala “yang banyak” sesungguhnya adalah ke-tunggal-an (QS 21:30).

Begitupun dalam kehidupan dunia nyata (eksistensi) yang juga memiliki “tiang-tiang penyangga” yang tak terlihat mata-lahir, ......namun siapapun yang memiliki mata-bathin yang tajam, dia akan melihat dengan jelas bahwa “makna-makna”lah sebagai penopangnya. Causalitas, sebab-akibat !!

Makna-makna diproduksi pada rahim imajinasi akal yang terasah semakin tajam disetiap waktu sesuai perjalanan jiwanya...... Itulah gambaran gambaran visual di dalam kalbu dengan kandungan makna-makna filosofis yang mendasari setiap wujud yang belum dan siap terlahirkan...... Allah-lah sebaik-baik Perencana dan Pencipta.

Melalui jiwa-jiwa kemanusiaan, DIA menganugerahkan kedua Sifat-NYA tersebut untuk membangun dan mewujudkan kehidu[pan bumi yang makmur, gemerlap penuh dengan warna-warni namun tetap dalam kesetimbangan hukum-NYA...... Itulah makna Khalifah dalam surah al-Baqarah ayat 30.

O Tuhan, ......tunjukkanlah pada imajinasi akal-ku ini tentang “maqam” makna-makna segala ucapan yang tumbuh tanpa kata-kata, yang sekian lama tersembunyi diselimuti hijab-hijab kebodohan dan keangkuhan, sekalipun jiwa ini harus terbang menembus keluasan samudera segala yang tak berwujud...... O, KAU Yang Maha Ghaib !!

Dalam lahan kehampaan, kekosongan dan kesendirian sepi tanpa temanlah sesungguhnya ladang kebun imajinasi-ku dapat tumbuh subur dengan siraman air kehidupan dan bermandikan dibawah pancuran cahaya petunjuk-MU.

Segala yang wujud tak dapat disepadankan dengan imajinasi yang tak berwujud, sebagaimana “akibat” yang selalu datang terlambat. Karenanya setelah purnama segeralah menjelma bulan sabit !!

Kebanyakan dalam liku perjalanannya, jiwa ini teramat sering menafikan setiap bisikan suci dari kalbu sanubari yang terdalam, karenanya penyesalan sebagai yang selalu datang terlambat...... O jiwa, si pembangkang yang tak mau tunduk patuh !!

Lihatlah mereka yang jahat, pencuri, penipu, pembunuh, para koruptor, perusak kemapanan...... musuh keadilan masyarakat. Mereka bagai virus penyakit atau juga sel kanker jahat yang merusak kesetimbangan kehidupan seluruh sel tubuh, bahkan bisa mengakibatkan kematian jasad kemanusian.

O, jiwa yang mempengaruhi jasad.......


Pembangkangan jiwa yang tak mau tunduk patuh pada perintah dan larangan Tuhannya, sungguh menyebabkan pula “pasukan” yang di dalam jasadnya pun menjadi para “aparat” yang membangkang pula. Timbullah penyakit-penyakit yang menyakiti dan merusak jasad....... Itulah makna “siapapun yang berbuat zhalim, sesungguhnya ia menzhalimi dirinya sendiri” !!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar