Rabu, 18 Juni 2014

IBLIS & MALAIKAT

Percayakah bila kukatakan padamu, iblis dan malaikat sesungguhnya bertugas membantu mewujudkan kesempurnaan manusia ??

Tidakkah dapat kau bayangkan bila setiap manusia berjiwa malaikat semuanya ?? .........Seperti di alam malakut, kehidupan dunia menjadi sepi dan hening dalam tasbih dan puja-pujian semata !!

Allah berkehendak menjadikan kehidupan dunia yang sempurna, gemerlap penuh warna-warni yang tak membosankan....... Bahkan di dalamnya, perang, bencana alam. wabah penyakit, serta pembunuhan dan pembantaian dizinkan-NYA !!
Melalui hasrat dan nafsu kemanusiaan, DIA menginginkan bumi yang berkembang dapat membangun dirinya dari waktu ke waktu menuju kesempurnaannya....... Tentu peran malaikat menjadi teramat penting dan mutlak ada sebagai “rem” penyeimbangnya. Tanpanya, perkembangannya dapat tak terkendali dan malah menyebabkan kehancurannya sendiri.

Selain cahaya, empat unsur dasar pembentuk jasad dan jiwa kemanusiaan yang menjadikan dirinya sempurna sebagai makhluk, dengan cahaya sebagai ruh pembawa petunjuk Ilahi (unsur kemalaikatan), api sebagai iblis pembakar jiwa dengan hasrat hawa nafsu dan ambisi ego, juga air, tanah dan udara yang kesemuanya merupakan unsur-unsur yang terbentuk melalui evolusi panjang perjalanan penciptaan alam semesta beserta isinya...... kesemua unsur alam itu terangkum dalam wujud kemanusiaan, sehingga menjadi berkesinambungan seisi alam tersebut dengan amanah pengelolaannya oleh setiap diri kemanusiaan agar selalu dalam keadaan “setimbang”.

Bila terjadi ketidak-seimbangan, salah pengelolaan atau penyimpangan amanah, maka sunathullah-NYA akan secara otomatis akan mengambil alih dan memaksa agar semesta alam tetap dalam kesetimbangan....... Datanglah penyesalan pada manusia, sebab inilah yang disebut musibah, bencana ataupun azab. Ini pulalah makna ketetapan hukum Allah (sunathullah) demi menjaga keseimbangan dari setiap ciptaan-NYA.
Berlebihan dalam hasrat dan ambisi pada kehidupan dunia, dengan begitu manusia sesungguhnya telah menyakiti dirinya sendiri...... ketika musibah datang, sakit misalnya, Allah menjanjikan ada “pengampunan” di situ. Namun itu bagi mereka yang menyadari dan tak mengulangi kesalahannya kembali, serta memperbaiki diri dan kerusakan yang diakibatkannya. Itulah keadilan hisab perhitungan-NYA !!

Sungguh, semesta alam ini berikut isinya, termasuk iblis-setan dan kemalaikatan, semuanya ada dalam diri kemanusiaannya sendiri....... maka bagaimana kau bisa mengutuk iblis sebagai yang terlaknat, jika itu ternyata adalah jiwa pembangkangan-mu sendiri ?!


Manusia yang menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘aalamiin) adalah manusia yang juga telah dapat menjadikan iblis pembangkangnya dapat kembali menjadi malaikat yang tunduk patuh pada Ruh Ketuhanan-nya sendiri........ itulah makna Qur’an Surah al Baqarah ayat 34.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar