Senin, 19 Mei 2014

PERWUJUDAN KEHENDAK YANG MAHA TUNGGAL

Dengan mata kesadaran, manusia adalah satu jiwa.

Penciptaan dan kebangkitan bagaikan satu jiwa..... (QS 31:28)

Semakin kau merasa terpisah dan memisah-misahkan, semakin pula membuatmu terluka !!

Dan semakin dalam kesadaran persatuanmu, kan membawa kedamaian...... bukan peperangan !!


...... sekalipun engkau merasa terpisah-pisah, tidakkah kau sadari setiap seluruh perbuatan manusia menuju kepada mewujudkan SATU KEHENDAK ?!




Minggu, 18 Mei 2014

LUTHF & QAHR

Jiwa-jiwa yang lalai banyak tertipu oleh kelembutan Luthf-NYA, lupa akan Qahr-NYA.... terus saja tenggelam dan berbuat dosa.

Cambuk Qahar-NYA membuat jiwa-jiwa “matang” dalam setiap kepedihan, memberikan harapan dalam keputus-asaan.


Dan ketika Cinta hadir menjadi penengah, ...... segala tabir hijab menjadi terbuka sebagai hikmah yang menjelaskan.




Sabtu, 17 Mei 2014

KERAGAMAN dan PERBEDAAN

Jika penglihatan masih memilah-milih antara keindahan dan keburukan... antara baik dan jahat... antara benar dan salah... antara putih dan hitam... antara tinggi dan rendah... antara untung dan rugi... dan segala dualitas pasangan kehidupan lainnya, sungguh itu hanya wujud luar yang terlihat !!

Tidakkah kita mengalami itu semua ?? ... dari semula yang bukan apa-apa, tak memiliki apa-apa, tak tahu apa-apa... kemudian tumbuh berkembang yang tak luput dari semua itu... Itulah perjalanan jiwa !!

Pahamilah makna-makna, sebagaimana kita memaklumi kesalahan dan kebodohan seorang anak kecil yang sedang tumbuh.

Keserbaragaman dan perbedaan adalah “ruh binatang”.


Tidak pada “jiwa yang manunggal” !! ... yang melihat setiap keragaman dan perbedaan adalah kesamaan tunggal yang mewujudkan kehendak DIA Yang Tunggal... “ruh manusia sejati”.



Jumat, 16 Mei 2014

JERAT DUNIA

setiap bagian dunia adalah jebakan yang menjerat bagi yang "buta", namun menjadi sarana pembebasan bagi yang "melihat".

Kukatakan pada dunia yang telah putih beruban, "engkau adalah jerat sekaligus nasehat." ........ Ia menjawab, "meskipun aku GURU bagi-mu, tapi dihadapan-NYA aku adalah si MURID dungu !!"





KESADARAN & DZIKR

Adakah yang melampaui akal ??

Kesadaran !! Kesadaran-lah yang lebih tinggi dari akal..... Itu sebabnya iblis menjadi “terkutuk”, sedangkan Adam mendapatkan ampunan Tuhan karena sadar akan kesalahannya.
Kesadaran sebagai makhluk-lah yang menyelamatkan dirinya dari murka Tuhan.

Kesadaran adalah energi ruh yang meredam api nafs yang membakar. Ia bagai “air kehidupan”.
Dan kesadaran tak dimiliki hewan dan tumbuhan, sebab itulah manusia menjadi lebih tinggi dari mereka...... Bagi orang suci dan para nabi yang lebih tinggi lagi tingkat kesadarannya, maka para malaikat pun bersujud kepadanya !!


Kesadaran akan semakin peka dan tajam bila manusia tak pernah lepas dari “ingat” (dzikr) kepada Tuhannya.


Kamis, 15 Mei 2014

BAITHULLAH

Segumpal daging itu bernama Hati.

Ia baik, maka semua hal menjadi baik......
Ia sempit, maka semua hal menjadi tertutup tanpa jalan untuk yang masuk maupun yang keluar......
Ia suka-bahagia, maka sehatlah seluruh tubuh...... Ia sedih-pedih, maka menjadi sakitlah semua badan.

Akal, cahaya petunjuk Tuhan sebagai ilmu-ide dan ilham pun bertempat di dalamnya...... Bahkan setiap balasan pun bertempat di situ !!

Sucikanlah Hati, karena ia adalah baith al haram..... “rumah” Allah.
Makmurkanlah Hati, sebab ia adalah baith al makmur....... yang memakmurkan jasad dan kehidupan, surga idaman !!
Jagalah Hati dari apapun kejahatan, keburukan dan kebusukan....... sebab ia juga neraka bagi setiap balasan perbuatan dan pikiran jahat, buruk dan busuk !!


Sadarilah, ........ berserah-diri (islam)-nya seorang mukmin itu adalah tiadanya lagi tempat bagi yang selain Allah di dalam hati-nya !!



Rabu, 14 Mei 2014

AMANAH KEHIDUPAN DUNIA

Akhirat-mu adalah Dunia-mu, dan Dunia-mu adalah pula Akhirat-mu...... Tiada terpisahkan, dan hanyalah siklus yang terus berulang sampai kembali pulang kepada Yang Maha Tunggal, singularitas !!

Jiwa yang memisahkan keduanya adalah jiwa yang masih terpenjara oleh wujud-wujud dan jasad, tak bisa melihat makna-makna dibalik segala sesuatu yang tergelar...... Ia takkan memahami makna ungkapan rasulullah SAW, “kemanakah Siang bila Malam telah datang ??”

Segala wujud dan jasad boleh berganti dan berubah-ubah di setiap ruang dan waktu, sebab dia materi, namun jiwa dan ruh tak terbatasi oleh segala dimensi ruang dan waktu...... Tiada dualitas, itulah kemurnian Tawhid !!

Yang sering muncul dan mempengaruhi kehidupan namun sering terabaikan oleh kesadaran akal adalah “keadaan rasa”. Sesungguhnya, dia-lah yang begitu dominan mengisi hati setiap insan kemanusiaan, dan amat mempengaruhi segala gerak kehidupan.....  Dalam bahasa Tuhan disebut “pahala dan dosa”, atau “surga dan neraka”...... Itulah yang berada dalam Neraca Keadilan-NYA di setiap dimensi ruang dan waktu, Maliiki yawmid-diyn.

Hari ini adalah tuai-an dari apa yang ditanam di masa yang lalu, dan amat mempengaruhi apa yang akan dituai di hari-kemudian...... Kemarin-hari ini-esok, ternyata hanyalah siklus waktu yang berputar, namun bagi kita dia adalah “ghaib”, menjadi Rahasia Sang Kala (waktu) !!

Baik dan sempurnanya “perjalanan” kehidupan dunia adalah juga baik dan sempurnanya kehidupan akhirat, begitupun sebaliknya bila buruk “perjalanan”-nya........ Sebab Amanah yang melekat pada jiwa sejak pertama terlahir ke dunia.

Janganlah terhanyut pada mimpi dan khayal tentang nikmatnya setelah sampai di tujuan ketika masih dalam “perjalanan”....... bagai seorang pengendara yang melamunkan nikmatnya setelah sampai di tujuan, itu amat berbahaya dan bisa celaka !!

Memang keimanan haruslah sampai kepada wujud hakikat-NYA sebagai tujuan akhir, namun janganlah lupa, apalagi mengabaikan amanah yang masih melekat sebagai tugas utama...... agar menjadi perwujudan-NYA di dunia sebagai yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Rahmatan lil ‘aalamiiyn.

Setiap manusia telah memiliki dasar keimanannya, sekecil apapun itu, telah ada...... namun tidak semua telah “berserah-diri” (islam).

Takkan sampai kepada tujuan itu, jika pada diri masih melekat kuat ego (aku)-nya, sekecil dan semulia apapun itu..... sekalipun ego yang hendak segera sampai pada tujuan.


Sungguh, kerendahan hati dalam “berserah-diri” (islam) akan melunturkan kesombongan, menghamparkan gelaran ilmu-NYA, dan dapat membuka pintu-pintu rahmat-NYA yang lain..... insya Allah !!